'Single parent'
Kalau ‘terpaksa’ ditinggal atau ‘berpisah’ sementara dengan suami, misalnya karena urusan dinas atau studi, ternyata masih mending saat masih punya belum punya anak daripada kalau udah punya. Walau kangen, kita masih bisa menyibukkan diri dengan melakukan macem-macem yang kita inginkan. Waktu habis married, gue terpaksa tinggal jauh-jauhan ama suami karena masing2 sekolah di benua yang berbeda. Untungnya gue sibuk kuliah, ketemu banyak teman baru dan learn many new interesting & exciting things, dan tentunya… jalan2 & travelling ke kota2 di Belanda dan Eropa.
Tapi kalau ditinggalnya setelah punya anak kecil, dan juga punya rumah yang harus diurus urusan rumah tangganya, dan berminggu-minggu, ini namanya sibuk beneran.
Gue yang sejak hamil dulu hampir nggak pernah nyetir, jadi ‘terpaksa’ nyetir sendiri pulang pergi macet2, well jadi nambah nih skill gue ngadepin angkot2 and motor :). Gue juga jadi harus berurusan dengan mobil mogok di tengah jalan di hari pertama, urusan kran bocor, ganti lampu, AC bocor dan hal-hal fisik lainnya. Persis seperti tebakan temen gue seorang ibu-ibu juga. Selain hal-hal fisik, urusan administrasi juga seperti bayar membayar dan finance – ini sih ga susah krn udah biasa juga.
Yang agak berat urusan decision making terutama saat anak sakit. Tiga kali ke dokter berturut2 dalam dua minggu untuk sakit yang berbeda. Pernah dokter anak nggak di tempat jadi ya harus memutuskan ke dokter UGD aja daripada sakit dan meng-accommodate kepentingan gue juga supaya bisa balik ke kantor. Biasanya diskusi apa-apa bareng, jadi nggak bisa. Dan gue juga kehilangan temen curhat ngomongin boss yang aneh dan kerjaan yang lieur, hehe…walau biasanya kali didengerin sambil lalu juga, ternyata baru terasa yang penting ada yang denger kita ngomel-ngomel!
Selain itu… urusan kalau ditinggal mission! Terpaksa deh walau nggak ada bapaknya Tabina ditinggal mission dua kali ke KL & Vientiane. Ya jadinya Tabina mission juga dong ke Bandung :) Untung Tabina sih happy-happy aja nggak rewel dan easy going.
Moral of the story:
Gantian dong mission-nya….masa gue terus yang pergi-pergi ninggalin anak, skarang rasain deh giliran gue yang ditinggal, hehe…
Thanks Ibu – gile berarti Ibu gue hebad banged dulu ditinggalin Bapak gue sekolah bertahun-tahun
I appreciate more my husband when he’s not around… Lha biasa ada & rutin trus jadi nggak ada
I appreciate all the single parents, can’t say much – just think they are really tough and great
Salut buat saudara gue yang istri tentara dan istri2 tentara lainnya
For other women, it’s good and no harm being well prepared and tough for any condition. At some points, we have to depend on ourselves and go ahead, coz someone else is depending on us! *ini setelah gue liat seorang teman yang istrinya tergantung banget ama suaminya for every little things even I think she is more capable than she thinks*.
Hey, I can do it anyway :) We never now what will happen…
Moral support from family and having good friends are precious
And ssst…. After office hours being longer dong, hehe…
So honey I’ll pick up you up tomorrow, ya!

<< Home