A1 GP
Tadinya, beberapa bulan lalu, gue seneng pas denger ide tentang A1 Grand Prix sebagai alternative Formula One GP. Yah, F1 not bad and interesting, tapi udah bisa ketebak lah juara2nya. So ada alternative baru kan bagus tuh. Oke juga nih Syeikh tajir dari Timur Tengah ini ide & dukungannya. Apalagi yang tanding bukan bawa nama sponsor atau kendaraan, tapi negara. Dan.. Indonesia jadi salah satu venue-nya? Oke juga.
Ah tapi ternyata salah juga menaruh ‘harapan’ pada Indonesia. Masa di akhir tahun ada berita gini:
Usaha Pertambangan Diminta Danai A1 GP
Jakarta, Kompas - Sejumlah perusahaan tambang diminta ikut mendanai lomba balap mobil A1 Grand Prix of Nations Indonesia yang akan digelar di Sirkuit Sentul, Bogor, pada 13-15 Januari 2006. Permintaan resmi untuk menyumbang itu dikeluarkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Dokumen yang diperoleh Kompas menunjukkan surat permintaan sumbangan dikeluarkan Direktorat Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi, Departemen ESDM, ditujukan kepada sejumlah direktur utama perusahaan badan usaha milik negara/kontrak karya/perjanjian karya pengusahaan batu bara.
Surat bertanggal 23 Desember 2005 itu menyebutkan bahwa sehubungan dengan adanya permintaan dari Panitia A1 Team Indonesia, maka perusahaan pertambangan diminta berpartisipasi menyukseskan kegiatan itu. Dana sumbangan agar ditransfer langsung ke rekening atas nama A1 Team. Chairman A1 Team Indonesia adalah Donny Yusgiantoro.
*hey.. the family name explain laaah!*
(Berita lebih lengkap ada disini . Malah di edisi cetak, ada gambar surat resminya loh.)
Trus ada ‘bantahan’ yang menurut gue garing:
Jakarta, kompas - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, permintaan dukungan terhadap kegiatan lomba balap mobil A1 Grand Prix tidak mengandung unsur paksaan. Seluruh jajaran Departemen ESDM pun, katanya, diingatkan agar tidak memaksa perusahaan-perusahaan di dalam lingkup departemen tersebut untuk memberikan sumbangan.
Berita lengkapnya disini.
Yeee… orang2 yang berurusan ama birokrat juga tau kalo pejabat ngomong ‘permintaan’ itu = WAJIB!!
- Ah ilang minat gue nonton A1 GP di Sentul.
- Cara-cara kayak gini kapan ilangnya ya?
*dukungan yg kabarnya minimal 750 juta itu kalo dijadiin biaya resmi proyek lewat APBN di Departemen tsb. sendiri udah bisa meng-hire konsultan dan ngasih uang resmi supervisi (kira2 Rp 200 ribu per diterimanya Laporan Pendahuluan kali ya?) ke staf2 PNS golongan bawah di Departemen itu ke berapa orang ya??*

<< Home